Minggu, 09 Desember 2012

MAKALAH BIAYA PRODUKSI


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang
Di dalam dunia ekonomi modern, terutama mengenai makna biaya dan produksi, menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan yang tidak bisa dipisahkan layaknya uang keping logam yang memiliki dua muka yang berbeda namun dalam satu kesatuan.
Seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi, ilmu pengetahuan, dan bertambahnya penduduk, memaksa kebutuhan hidup terus meningkat. Pada saat ini Kebutuhan hidup tidak bisa diambil langsung dari alam, akan tetapi harus diolah dahulu dengan cepat, efesien, dan harga terjangkau. Keadaan ini dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian orang untuk memperoleh keuntungan. Akan tetapi,  permintaan pasar berubah-ubah sehingga menyulitkan perusahaan untuk melakukan kegiatan produksinya, produk apa yang akan di produksi?. Namun dalam melakukan proses produksi suatu barang, perusahaan seharusnya memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan produksi, salah satunya kekuatan finansial yang mereka miliki, seperti biaya produksi. Biaya produksi merupakan proses mengeluarkan pengorbanan yang biasanya dapat berupa uang atau peralatan, agar produksi dapat dilaksanakan. Selain biaya produksi, ada biaya-biaya lain yang harus diperhatikan, seperti biaya admintrasi, biaya keuangan, dan biaya pemasaran. Sedangkan biaya produksi terbagi menjadi dua berdasarkan yang dikeluarkan yaitu biaya produksi eksplesit dan implisit. Selain itu biaya produksi dapat dibagi dua pula berdasarkan jangka yaitu jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam kasus perusahaan besar yang memiliki aset yang cukup banyak, dalam melakukan proses produksi tentu sudah ada perhitungan yang matang seperti jumlah variabel, bunga, sewa tanah, gaji pegawai, jumlah produk yang harus diproduksi supaya memperoleh keuntungan.
Oleh sebab itu penulis menulis sebuah makalah yang bertajuk “Biaya Produksi”.
B.  Rumusan Masalah
berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
1.    Apa saja jenis-jenis biaya?
2.    Apa yang dimaksud dengan biaya produksi?
3.    Terdiri dari apa sajakah biaya produksi?
4.    Hubungan anatara titik impas dengan biaya produksi?
C.  Tujuan Masalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
1.    Jenis-jenis biaya.
2.    Pengertia apa yang dimaksud dengan biaya produksi.
3.    Unsur-unsur biaya produksi
4.    Penerapan perhitungan dalam proses produksi.
D.   Manfaat Penulisan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis makalah ini berguna menjadi penambah wawasan mengenai biaya produksi secara praktisi. Makalah ini diharapkan bermanfaat bagi penulis maupun pembaca bila suatu saat berkecimpung di dunia produksi, baik diperusahaan sendiri maupun diperusahaan lain.
E.   Prosedur Makalah
Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode noninteraktif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan komprehnsif. Data teorits dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunkan hasil kajian pustaka.

















BAB II
PEMBAHASAN
A.  Tinjaun Pustaka
2.1  Teori Biaya
Biaya merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Hal ini disebabkan biaya sangat menentukan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan.
Biaya adalah semua pengeluaran yang dapat diukur dengan uang, baik yang telah, sedang maupun yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk.
Ilmu yang mempelajari masalah-masalah biaya adalah Akuntansi Biaya. Akuntasnsi biaya pada perusahaan berhubungan dengan tugas-tugas : mencatat, mengklasifikasikan, mengintrespestasikan, menyajikan dan mengendalikan biaya dari proses produksi.
Dalam konsep ini ada biaya eksplisit dan biaya implisit.Biaya eksplisit adalah biaya-biaya yang secara eksplisit terlihat,terutama melalui laporan keuangan.Contoh biaya eksplisit adalah biaya listrik, telepon, air,pembayaran gaji  buruh, dan gaji karyawan.Biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat, yaitu biaya penyusutan seperti mesin atau bangunan yang sudah digunakan cukup lama. .
Setiap perusahaan harus dapat menghitung biaya produksi agar dapat menetapkan harga pokok barang yang dihasilkan. Untuk menghitung biaya produksi, terlebih dahulu harus dipahami pengertiannya.
2.2  Pegelompokan Biaya
Menerut keterlibatan biaya dalam produk dapat digolongkan:
1.    Biaya Bahan Langsung
a.    Biaya bahan langsung = biaya yang timbul dari pemakaian semua bahan-bahan yang menjadi bagian dari produk jadi. Contohnya telor dan terigu dalam pembuatan kue.
b.    Biaya buruh langsung = biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang ikut terlibat dalam kegiatan proses produksi.. contoh upah untuk operator mesin.
c.    Biaya overhead pabrik = seluruh biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya buruh pabrik.
Biaya-biaya diatas merupakan konsep dasar dari unsur dari biaya.
d.      Biaya tak langsung pabrik = biaya yang terjadi dipabrik anatara lain:
·         Biaya bahan tak Langsung =  biaya dari semua bahan-bahan yang tidak menjadi bagian dari suatu produk, tetapi diperlukan dalam pengolahan bahan menjadi barang. Contoh : pengelasan dalam pembuatan mobil.
·         Biaya buruh tak langsung = biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang ada dipabrik atau diluar pabrik, tetapi tidak langsung dalam proses pembuatan suatu produk. Contoh : gaji untuk pekerja perawatan mesin.
d.      Biaya komersial = biaya tak langsung yang tidak terjadi di pabrik. Biaya ini terdiri dari :
·         Biaya Penjualan = pengeluaran yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan penjualan suatu produksi. Seperti biaya promosi dan iklan.
·         Biaya admintrasi =  pengeluaran yang dilakukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pabrik.
·         Biaya keuangan = biaya yang berhubungan dengan perolehan dana untuk oprasi perusahaan misalnya bungaa

2.3  Biaya produksi jangka Pendek
Jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat di tambah jumlahnya. Biaya produksi dalam jangka pendek antara lain.
1)    Dalam hubungannya dengan tujuan biaya
 Yaitu jangka waktu dimana perusahaan telah dapat menambah faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. .Dalam biaya produksi jangka pendek ditinjau dari hubungannya dengan produksi di bagi mejadi 2 yaitu
a)    Biaya Langsung (direct cost)
Biaya Langsung merupakan biaya-biaya yang dapat diidentifikasi secara langsung pada suatu proses tertentu ataupun output tertentu.
b)    Biaya tidak Langsung (indirect cost)
Biaya Tidak Langsung merupakan biaya-biaya yang tidak dapat diidentifikasi secara langsung pada suatu proses tertentu atau output tertentu.
2)    Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.
a)    Biaya Total (TC)
Biaya total merupakan jumlah keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya total merupakan jumlah anara biaya variabel dan biaya tetap. TC = FC + VC.
b)    Biaya Variabel (VC)
Biaya variabel merupakan biaya yang berubah secara linier sesuai dengan volume output operasi perusahaan. Sebagai contoh adalah bahan baku.
c)    Biaya Tetap (FC)
Biaya tetap merupakan biaya yang tidak berubah mengikuti tingkat produksi. Sebaga contoh sewa tanah, biaya abondemen, dan biaya pemiliharaan pajak.
                                                   2.1 Pendekatan Grafik
                                            Income (TR)
BEP                      cost (TC)
             FC
                                                                            

2.4  Biaya jangka panjang
Sebagaimana telah dikemukakan dalam konsep produksi jangka panjang, bahwa dalam produksi jangka panjang semua input diperlakukan sebagai input variabel. Jadi, tidak ada input tetap. Maka dalam konsep biaya jangka panjang semua biaya dianggap sebagai biaya variabel (variabel cost), tidak ada biaya tetap. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor-faktor produksi yang akan digunakan oleh perusahaan. Jangka panjang, yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan, yaitu jumlah daripada faktor-faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan dapat ditambah apabila memang dibutuhkan. Faktor-faktor produksi tersebut adalah: faktor pasar, faktor bahan mentah, faktor fasilitas angkutan, dan faktor tenaga kerja.
a)    Biaya Total (jangka panjang)
adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variabe. LTC = LVC dimana LTC(long run total cost) dab LVC (long run variabel cost).
b)    Biaya Marjinal
Adalah tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. Perubahan biaya total adalah sama dengan perubahan biaya variabel. LMC=ΔLVC/ΔQ dimana LMC(long run margin cost) Q(output).
2.5 Penentuan biaya produksi
  1. Biaya historis : yaitu penentuan biaya produk dengan mengumpulkan semua biaya yang telah terjadi dan diperhitungkan setelah operasi pembuatan produk selesai
  2. Biaya sebelum pembuatan : suatu cara penentuan biaya pembuatan produk sebelum produk tersebut dibuat.
Biaya ini terbagi atas :
    1. Biaya anggaran : berdasarkan kegiatan masa lalu dan perkiraan kegiatan pada masa yang direncanakan.
    2. Biaya standar : berdasarkan standar-standar pelaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Harga pokok standar : harga pokok yang telah ditentukan sebelum proses produksi dilaksanakan.
Tujuannya adalah :
  1. Pengendalian biaya dan jika memungkinkan menguranginya.
  2. Pengukuran efesiensi
  3. Penyederhanaan prosedur pembiayaan
  4. Penilaian persediaan
  5. Penentuan harga jul.
Cara penentuan biaya standar :
  1. Berdasarkan rata-rata biaya yang terjadi pada masa lalu
  2. Berdasarkan biaya terendah yang terjadi pada masa lalu
  3. Berdasarkan biaya yang berasal dari anggaran pada suatu kondisi operasi yang normal
  4. Berdasarkan biaya ideal yang terjadi pada efesiensi maksimum
  5. Berdasarkan biaya yang dapat dicapai pada kondisi operasi yang baik. 

2.6  Menentukan biaya produksi
Acontoh
Harga jual hasil produksi PT. ”X” sebesar 20.425. dengan data-data biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut :
Bahan baku yang digunakan
Awal tahun
Akhir tahun
Departemen A
Tarif upah langsung pada Dept. A
Jam kerja yang terjadi pada Dept. A
Tarif upah langsung pada Dept. B
Jam kerja yang terjadi pada Dept. B
Jam mesin pada Dept. B
Overhead pabrik Dept A (perjam buruh langsung)
Overhead pabrik Dept. B (perjam mesin)
2.400
4,10/jam
600
4,00/jam
300
200

2,00
1,80
1.300
4,10/jam
400
4,00
140
120

2,00
1,80


Biaya pemasaran dan administrasi yang dibebankan oleh perusahaan sebesar 25 % dari harga pokok produksi.
Tentukan biaya total produksi serta persentasi margin.









Jawab :
BAHAN LANGSUNG
Tanggal
Departemen
Biaya
Biaya Total
1 Januari
31 Desember
A
A
2.400
1.300


3.700

BURUH LANGSUNG
Tanggal
Depertemen
Jam
Upah/jam
Biaya
Biaya Total
1 Januari
1 Januari
31 Desember
31 Desember
A
B
A
B
600
300
400
140
4,10
4,00
4,10
4,00
2.460
1.200
1.640
560




5.860

OVERHEAD PABRIK
Tanggal
Dept.
Dasar Pengenaan (DP)
Jam
Biaya/DP
Biaya
Biaya Total
1 Januari
1 Januari
31 Desember
31 Desember
A
B
A
B
/jam buruh
/jam mesin
/jam buruh
/jam mesin
600
200
400
120
2,00
2,00
1,80
1,80
1.200
360
800
216




2.576





Bahan Langsung                    3.700
Buruh langsung
Dept. A           4.100
Dept. B            1.760
5.860
            9.560
Overhead Pabrik
Dept. A           2.000
Dept. B            576
                                                            2.576
Biaya Total Produksi                12. 136

Biaya pemasaran & adm 25 % x 12.136 = 3.034

Maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan :
12.136 + 3.034 = 15.170
Harga jual produksi oleh perusahaan
    20.425
Laba yang diperoleh perusahaan :
20.425 – 15.170 = 5.255
Presentasi margin yang diperoleh perusahaan sebesar :
(5.255/20.425) x 100 % = 25,73 %




BAB III
PENUTUP
A.  Simpulan
Berdasarkan uraian bab sebelumnya penulis dapat mengemukan simpulan sebagai berikut.
1.    Yang dimaksud dengan biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan (pengorbanan) meliputi pembelian bahan mentah, mesin, upah pegawai, dan perawatan agara proses produksi dapat berjalan.
2.    Biaya produksi dapat dibedakan berdaskan bentuk pengeluarnya dan janga waktunya. Berdasarkan jangka waktunya biaya produksi dapat dibedakan menjadi dua yaitu biaya produksi jangka panjang dan biaya produksi jangka pendek, sedangkan berdasrkan bentuk pengeluarnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu biaya implisit dan biaya ekplisit.
3.    Selain biaya produksi ada macam-macam biaya yang harus dikeluarkan oleh suatu perusahaan agar prduknya laku dipasaran anatara lain biaya admintrasi, biaya pemasaran, dan biaya keuangan.
4.    Break event point (BEP) atau titik impas merupakan dimana keadaan suatu usaha tidak mengalami rugi dan tidak mengalami keuntungan. Bila menggunakan pendekatan grafik BEP, titik impas terjadi pada perpotongan antara income(pemasukan) dan cost
B.  Simpulan
Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut.
1.    ----
2.    --











DAFTAR PUSTAKA
Firdausriza (2010). Makalah Teori biaya produksi [Online]. Tersedia: http://lanicitraagustini.blogspot.com/2012/03/teori-biaya-produksi.html








Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. Menetapkan biaya produksi berdasarkan pengertian tersebut memerlukan kecermatan karena ada yang mudah diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulitdiidentifikasikan dan hitungannya.

Biayaproduksi yang di keluarkansetiapperusahaandapat di bedakandalam 2 jenis, yaitu :

  1. Biaya Ekplisit yaitu : Semua pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor  produksi dan input lain yang di bayar melalui pasaran (pembayaran berupa uang). 
  2. Biaya Tersembunyi yaitu : pembayaran untuk keahliaan keusahawanan produsen tersebut modalnya tersendiri yang di gunakan dalam perusahaan dan banguanan perusahaan yang di miliki.
Macam - macam Biaya
  • Biaya produksi
Biaya produksi adalah biaya yang berhubungan langsung dengan produksi produk tertentu. Biaya produksi terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik
  • Biaya administrasi
Biaya administrasi adalah biaya yang terjadi dalam rangka pengarahan, pengendalian, dan pengoperasian perusahaan.
  • Biaya pemasaran
Biaya pemasaran adalah biaya yang terjadi dalam rangka promosi suatu produk.
  • Biaya keuangan
Biaya keuangan adalah biaya yang berhubungan dengan perolehan dana untuk operasi perusahaan, misalnya biaya bunga.

Teori biaya produksi erat kaitannya dengan teori fungsi pengeluaran. Kedua-duanya membedakan analisisnya kepada jangka pendek dan jangka panjang.Kedua-duanya juga dipengaruhi oleh hukum produksi marjinal yang semakin berkurang.
  • Jangka pendek yaitu : jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat di tambah jumlahnya.
  • Jangka panjang yaitu : jangka waktu dimana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan. 
 Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek
  • Kalau dalam jangka pendek ada faktor produksi tetap dan faktor produksi berubah, maka dengan sendirinya biaya produksi yang ditimbulkan oleh proses produksi juga menyangkut biaya tetap dan biaya variabel.
  • Yang dimaksud biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak tergantung dari banyak sedikitnya jumlah output. Bahkan bila untuk sementara produksi dihentikan, biaya tetap ini harus tetap dikeluarkan dalam jumlah yang sama.
  • Yang termasuk dalam biaya tetap ini misalnya gaji tenaga administrasi, penyusutan mesin, penyusutan gedung dan peralatan lain, sewa tanah, sewa kantor dan sewa gudang. Dalam jangka panjang biaya tetap ini akan mengalami perubahan 
Biaya Tetap Total (TFC)




  • Biaya variabel merupakan biaya yang besarnya berubah-ubah tergantung dari banyak sedikitnya output yang dihasilkan. Semakin besar jumlah output semakin besar pula biaya variabel yang harus dikeluarkan.  
  • Yang termasuk dalam biaya variabel ini adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, bahan bakar, listrik dsb. Biaya tetap dan biaya variabel ini jika dijumlahkan hasilnya merupakan biaya total. Jika digambarkan dalam kurva, maka pola biaya tetap total (TFC), biaya variabel total (TVC) dan biaya total (TC) dapat dilihat sebagai berikut:
Biaya Variabel Total (TVC)
  • Biaya variabel total (TVC) adalah biaya yang besar kecilnya mengikuti banyak sedikitnya output yang dihasilkan. Gambar yang menunjukkan bahwa kurva biaya variabel total terus menerus naik. Jadi semakin banyak output yang dihasilkan maka biaya variabel akan semakin tinggi. 
  • Jika antara biaya tetap dan biaya variabel dijumlahkan, maka hasilnya disebut biaya total (TC). Jadi, TC = TFC + TVC. Total Cost (TC) berada pada jarak vertikal di semua titik antara biaya tetap total (TFC) dan biaya berubah total (TVC), yaitu sebesar n. 







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar